AS Benar-Benar Kritis, Janet Yellen Beri Warning Terbaru

Janet Yellen. (Alex Wong/Getty Images)

Amerika Serikat (AS) kini benar-benar kritis. Menteri Keuangan Janet Yellen, kembali menegaskan bahwa negara itu, akan gagal bayar (default) paling cepat 1 Juni 2023.

“Dengan informasi tambahan yang sekarang tersedia, saya menulis untuk dicatat bahwa kita masih memperkirakan, bahwa Departemen Keuangan kemungkinan tidak akan lagi dapat memenuhi semua kewajiban pemerintah jika Kongres tidak bertindak untuk menaikkan atauhttps://daftar-dwslot88.com/https://daftar-dwslot88.com/ menangguhkan batas utang pada awal Juni dan potensinya paling cepat 1 Juni,” tegasnya dalam surat terbarunya, Senin (15/5/2023), dikutip CNBC International.

Peringatan ini kembali ia keluarkan ketika Gedung Putih dan para pemimpin kongres bersiap untuk bertemu Selasa (16/5/2023) ini. Kedua belah pihak akan melanjutkan negosiasi mengenai potensi pemotongan belanja sebagai imbalan atas pengesahan kenaikan pagu utang DPR.

Senat yang dikendalikan mayoritas Demokrat, parti pendukung Presiden AS Joe Biden, diharapkan mendukung apa pun yang dinegosiasikan Gedung Putih. Meski, pemerintah kemungkinan mendapat perlawanan sengit dari dengan DPR yang kini dikendalikan oposisi, Parti Republik.

“Menunggu hingga menit terakhir untuk menangguhkan atau menaikkan batas utang dapat menyebabkan kerugian serius bagi bisnis dan kepercayaan konsumen, meningkatkan biaya pinjaman jangka pendek untuk pembayar pajak, dan berdampak negatif terhadap peringkat kredit Amerika Serikat,” tulis Yellen lagi.

Surat baru itu juga datang hanya beberapa hari setelah panduan dari Kantor Anggaran Kongres (CBO) mengatakan pendapatan pajak dan tindakan darurat setelah 15 Juni akan memungkinkan pemerintah untuk melanjutkan operasi pembiayaan. Itu setidaknya akan berlaku hingga akhir Juli.

“Jika batas utang tetap tidak berubah, ada risiko signifikan bahwa pada beberapa titik dalam dua minggu pertama bulan Juni, pemerintah tidak lagi mampu membayar semua kewajibannya,” kata laporan CBO tersebut.

Sebelumnya, Minggu, Biden sendiri terdengar optimis tentang mencapai kesepakatan dengan Partai Republik untuk menaikkan atau menangguhkan batas utang pada waktunya guna menghindari kejatuhan ekonomi bahkan dari potensi AS gagal bayar utang. Tapi pemimpin DPR berkata lain.

“Saya benar-benar berpikir ada keinginan di pihak mereka, juga kami, untuk mencapai kesepakatan, dan saya pikir kami akan mampu melakukannya,” kata Biden kepada wartawan, Minggu.

“Saya tetap optimis karena saya adalah seorang optimis bawaan,” tambahnya.

Namun pemimpin Senat, Kevin McCarthy, memberi kode belum final. Ia mengatakan keduanya “masih berpikir berjauhan”.

“Sepertinya saya belum menginginkan kesepakatan,” tegasnya.

Diketahui batas utang federal senilai US$ 31,4 triliun. Namun di awal 2023, ini sudah habis dan kini pemerintah menggunakan dana darurat.

Yellen sebelumnya menyebut akan ada bencana ekonomi yang terjadi jika hal ini tak dinaikkan. Bukan cuma AS default tapi juga berimbas ke ekonomi global.

“Itu juga akan berisiko merusak kepemimpinan ekonomi global AS dan menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan kami untuk mempertahankan kepentingan keamanan nasional kami,” tegasnya pekan lalu dipertemuan G7.

Mengutip CNN International, memang sejumlah dampak akan terjadi jika AS default. Mulai dari mandeknya pembayaran jaminan sosial, rata-rata US$ 1.827 (Rp 26,8 juta) hingga tunjangan 2 juta pegawai federal dan 1,4 veteran (anggota militer tidak aktif) senilai miliaran dolar.

Ini juga akan berdampak ke biaya pinjaman. Jika terjadi default, imbal hasil Treasury AS pasti akan naik untuk mengkompensasi peningkatan risiko bahwa pemegang obligasi tidak akan menerima uang yang mereka pinjam dari pemerintah.

Karena suku bunga pinjaman, kartu kredit, dan hipotek sering didasarkan pada hasil Treasury, biaya pinjaman uang dan pelunasan utang akan meningkat. Jumlahnya di atas peningkatan biaya yang sudah dihadapi orang Amerika dari kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Keluarga dan bisnis juga akan lebih sulit mendapatkan persetujuan untuk jalur kredit karena bank harus lebih selektif dalam meminjamkan uang. Itu karena biaya pinjaman uang mereka juga akan meningkat, yang membatasi jumlah uang yang dapat mereka pinjamkan.

Belum lagi munculnya pengangguran. Gagal bayar utang dapat memicu penurunan ekonomi, yang akan mendorong lonjakan pengangguran, terutama saat AS sudah sudah berurusan dengan kenaikan suku bunga dan inflasi yang sangat tinggi.

Menurut Moody’s, tingkat pengangguran akan melonjak menjadi sekitar 5%. Sementara ekonomi akan berkontraksi hampir setengah persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*